| Gejala Kanker Otak |
|
|
|
| Written by 4lifetransferfactorsurabaya.com |
| Wednesday, 10 March 2010 11:57 |
![]() Pada kanker otak, terdapat sel-sel tubuh yang tumbuh secara tidak normal. Penyakit ini memang tidak menimpa banyak orang, tetapi dalam penyebarannya, kanker ini sangat menakutkan. Dokter spesialis bedah saraf dari Rumah Sakit Omni Internasional, Serpong Tangerang, Dr Alfred Sutrisno, Sp BS, mengatakan, terdapat perbedaan antara tumor di otak dengan tumor di tempat lainnya. Pada tumor otak dibatasi dengan tulang kepala sehingga terdapat suatu masa akan menekan jaringan otak, apakah itu darah atau tumor. “Nah proses penekanan di otak inilah yang akan menyebabkan pasien menderita sakit kepala pada awalnya, dan juga mengalami muntah-muntah yang proyektil. Maksudnya pasien muntah tidak sedang makan,” ujar dokter yang juga berprofesi sebagai konsultan bagian saraf ini. Dokter yang mengambil gelar untuk dokter umum di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ini menjelaskan, penyebab timbulnya penyakitini, berdasarkan teori, dapat terjadi karena adanya kelainan genetik, bawaan sejak lahir seperti craniopharyngioma dan lain-lain, virus maupun faktor etnis. Ini pun masih belum dipastikan. “Gejala dari penyakit ini tergantung dari letak tumor itu berada,” jelasnya. Gejala yang umum dapat ditunjukkan berupa sakit kepala dan muntah-muntah yang proyektil. Kemudian jika mengenai daerah motorik ada gejala kelemahan anggota gerak sampai kelumpuhan, penurunan penglihatan sampai kebutaan, hilangnya keseimbangan, kesemutan, sampai tidak berasa sama sekali, gangguan penciuman, gangguan bicara kalau terkena di area atau pusat bicara, hingga turunnya kesadaran bila yang terkena batang otaknya. Lebih lanjut dikatakan Alfred, berdasarkan jenisnya penyakit tumor otak ini terbagi menjadi dua, ada tumor jinak: misalnya meningioma, cavernous angioma, astrocytoma grade rendah (1,2), adenoma hipofise, acustic neurinoma, dan tumor ganas glioblastoma. “Penyakit kanker otak ini sangat identik dengan tumor ganas. Sebenarnya tumor di otak atau di mana pun tumor itu berada, tumor di bagi menjadi dua bagian yaitu tumor ganas atau kanker dan tumor jinak,” tutur dokter kelahiran Cirebon, 6 Februari 1958 ini. Sedangkan berdasarkan lokasinya dibagi menjadi dua, yaitu tumor supratentorial dan tumor infratentorial. Artinya tumor di atas tentorium atau pada otak besar, dan tumor yang ada di bawah tentorium, yakni otak kecil dan batang otak. Alfred menuturkan, jenis tumor otak yang paling parah di antaranya adalah glioblatoma (astrocytoma grade 4), dan neuroblastoma. Tapi kalau tumor ini letaknya di otak besar mungkin gejala yang timbul lambat. Nah, jika tumor ini terletak di otak kecil, maka gejalanya akan cepat terlihat. “Pada tumor jenis glioblastoma, tumor otak lebih sering mengenai otak besar, sedangkan acustic neurinoma akan menyerang saraf pendengaran si penderita, sehingga letaknya di otak kecil,” papar dokter yang juga menjadi pengarang buku yang berjudul Stroke ???You Must Know Before You Get It!!! ini. Anggota dokter bedah seluruh dunia ini menambahkan, penyakit tumor otak pada prinsipnya dapat disembuhkan. “Dengan catatan, dapat melakukan tindakan operasi dengan mengambil semua jaringan tumor, kecuali yang ganas karena meskipun kita telah mengambil total, nanti akan tumbuh lagi,” tandasnya. Sejumlah teknik operasi dapat dilakukan untuk menyembuhkan penyakit tersebut. Yakni, operasi dengan bedah microsurgery atau endoscopic surgery, radiotherapy: sinar X maupun sinar gamma, atau gamma knife, chemotherapy, dan imunotherapy. “Jika Anda mengalami gejala-gejala yang sudah disebutkan tadi, maka segera lakukanlah pemeriksaan diri dan dengan melakukan pemeriksaan MRI,” pesan Alfred. Sementara itu, dokter spesialis kejiwaan dari Rumah Sakit Global Medika Tangerang Dr Andri, SpKJ berpendapat, pasien yang mengalami kanker otak dapat mengalami keadaan depresi, delirium, demensia, ataupun kejang. “Kanker otak merupakan salah satu kanker yang paling ditakuti. Kanker atau tumor otak bisa mengenai semua bagian otak tentunya,” jelas psikiater yang juga berpraktik di RS Omni Internasional, Serpong, Tangerang ini. Dokter lulusan Universitas Indonesia ini menuturkan, perubahan pada daya intelektual juga bisa terjadi pada pasien kanker otak ini. Hanya saja perubahan daya intelektualnya tergantung dari letak tumornya sendiri. Jika terdapat di daerah frontal atau bagian depan otak, di mana banyak terdapat fungsi intelektual dan perasaan, maka bisa mengalami gangguan dalam fungsi intelektual termasuk daya ingat. Namun, ada juga yang disebabkan karena depresi ataupun dementianya. Tentunya pada keadaan daya ingat yang terganggu akibat tumor, yang pertama kali adalah melakukan upaya pengobatan primer terhadap tumornya tersebut. “Terkadang ada keterbatasan dalam terapi tumornya sehingga pasien harus menderita lama. Hal ini secara bermakna akan meningkatkan gangguan depresi pada pasien itu,” ucap dokter yang lulus dengan predikat cum laude itu. Bila pasien mengalami depresi yang pada banyak orang dapat menurunkan fungsi daya ingatnya juga, pengobatan dengan menggunakan obat dan psikoterapi harus dilakukan. Pasalnya, hal tersebut sangat penting demi perbaikan kualitas hidup pasien itu sendiri.” Ingat depresi tidak boleh dipandang sebagai suatu hal yang wajar pada pasien kanker apa pun jenisnya sehingga harus diterapi secara agresif,” pesan Andri. Solusi Terbaik 4Life Transfer Factor yang sangat baik untuk dikonsumsi oleh penderita kanker adalah Transfer factor Advanced dan Transfer Factor Plus. |
Info & Pemesanan
Asvia & Rachmad
Lilik Asvia
ID: 7485817
23B258F7
Xl : 081.939.161.959
M3 : 0856.4853.3010
0838.5486.8677
Rachmad HW
ID: 6819403
23B258F7
Xl : 0878.5650.6088
M3 : 0856.340.9958
Flexi : (031)-7787.8239
0896.7755.8657

Risma
ID: 7351113
26890B4F
Xl : 0878.5227.0887
Flexi : (031)-7833.5948
Produk 4Life Asli Hanya Di Jual Melalui Distributor Resmi ber-ID 4Life Indonesia
NewsFlash
SEMINAR 4LIFE TRANSFER FACTOR
BANDUNG
Rachmad Hadi Wijoyo |
Gejala Kanker Otak









Asvia
Comments
trims...
Insyaallah bisa sembuh.
kanker otak yang masih stadium 1 kemungkinan bisa sembuh tuntas nggak ya...
atas jawabannya saya ucapkan terima kasih
[Hasil Setelah 6 bulan]
Rata-rata peningkatan TNF Alpha
Meningkat dari 12,4 menjadi 1287,6
Rata-rata peningkatan fungsi sel NK
6,4 menjadi 27,6.
16 dari 20 pasien dalam Terapi ini, ternyata masih dapat bertahan, dan kini
dalam "remission" yaitu kondisi sudah berangsur pulih atau stabil.
saya menyimpulkan pacar anda masih memiliki kesempatan untuk sembuh.
untuk info lebih lengkapnya Harum dapat hubungi saya di :
Tsel: 0852 3072 5999
Xl: 0878 5650 6088
Isat : 0856 340 9958
Flexi: 031-77878239
email: rac3_hw
Terapi dengan Transfer Factor telah dilakukan oleh Dr. Darrly See, M.D Associate Clinical Professor W.H.O. ( World Health Organization) Western Europe.
[Terapi]
dengan 20 Pasien
Umur rata-rata 49.3 tahun
Semua kanker stadium 4
12 laki-laki, 8 perempuan
Harapan hidup 3,7 bulan
pacarku kena kanker otak dah stadium 4,ckarang pun lagi berobat diluar negeri,lunt jg sembuh,pdahal dah 4 th,smua terapi dah dijalani.mohon infonya saya mezti gmana?
Permasalahan yang Putri hadapi apa? bagai mana saya bisa carikan jalan keluar kalo putri belum menceritakannya .
aku udh gk than bgt
RSS feed for comments to this post.